Penampilan Fisik Seorang Perawat

Physical performance for nurse berkaitan erat dengan bagaimana penampilan fisik seorang perawat dalam melakukan pekerjaan. Selain kinerja yang pas, seorang pnurse-doctor (86)erawat harus mampu menciptakan sebuah penampilan yang khas dari dirinya, serta penampilan yang memudahkannya untuk berkomunikasi dengan pasiennya.

Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan di rumah sakit memegang peranan penting dalam upaya mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Keberhasilan pelayanan kesehatan bergantung pada patisipasi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas bagi pasien (Potter & Perry,2005). Untuk mewujudkan hal tersebut, perawat haruslah memperhatikan penampilannya. Karakter fisik, cara berpakaian, dan pemakaian perhiasan merefleksikan penampilan fisik perawat, selain hal status sosial, agama, sifat, pekerjaan, dan konsep diri. Pakaian dapat memenuhi beragam fungsi, misalnya sebagai perhiasan, pelindung (psikologis dan fisik), atraksi seksual, pernyataan diri, identitas kelompok, dan tampilan peran (menurut Knapp, 1972). Jadi, pakaian yang digunakan oleh perawat sebagai bentuk kualitas penampilannya dapat memenuhi berbagai macam fungsi.

Penampilan fisik sering mencerminkan pribadi dan konsep diri seseorang. Pribadi dan konsep diri seorang perawat berkaitan dengan sifat dan sikap seorang perawat dalam mengambil tindakan. Sifat dan sikap tersebut berpengaruh besar terhadap kondisi pasien. Apabila sifat dan sikap yang diciptakan perawat memberikan kesan positif, ramah tamah, dan baik, maka akan membuat kondisi pasien stabil dan meningkatkan kesehatan pasien. Namun sebaliknya, sifat dan sikap perawat yang cuek, jutek, judes, akan menurunkan kondisi fisik pasien. Karenanya, penampilan fisik seorang perawat harus mampu menciptakan citra positif pada pasien. Sebagai seorang profesional, perawat harus terlihat nyaman dan sejuk, kemurnian dan kesucian (simbol baju putih perawat), anggun, bersih dan bersahaja, serta menciptakan penampilan yang menarik dalam melakukan tugasnya.

Faktor lingkungan dan pengalaman merupakan faktor utama dalam pembentukan penampilan fisik seorang perawat untuk meningkatkan mutu pelayan kesehatan terhadap pasien. Menurut Berwick (2001), mata rantai terdepan yang perlu diperhatikan dalam perbaikan mutu dan kinerja pelayanan kesehatan adalah pengalaman pasien dan masyarakat terhadap pelayanan yang mereka terima. Oleh karena itu, perawat diharapkan memiliki kemapuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, serta menjadikan pengalaman dirinya sebagai bentuk penciptaan penampilan fisik positif untuk meningkatkan kondisi terbaik pasien dan perbaikan mutu pelayanan kesehatan.

Referensi :

http://digilib.unimus.ac.id/download.php%3Fid%3D4635

https://books.google.co.id/books?id=IGLiWryo0GMC&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false : Arwani.2003. Komunikasi Dalam Keperawatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

http://jurnal.unpad.ac.id/ejournal/article/view/849

naskah-publikasi-00320052.pdf

Kinerja Fisik Perawat

nurse_stick_figure_sticker-p217754294329858803qjcl_400[1]

Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan di rumah sakit memegang peranan penting dalam upaya mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Keberhasilan pelayanan kesehatan bergantung pada patisipasi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas bagi pasien (Potter & Perry,2005) Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya jumlah perawat yang ada di rumah sakit. Perawat menaruh peran kira-kira 40-60% sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit. Oleh karena itu, rumah sakit haruslah memiliki perawat yang berkinerja baik yang akan menunjang kinerja rumah sakit sehingga dapat tercapai kepuasan pelanggan atau pasien. (Swanburg, 2000 dalam Suroso, 2011).

Kinerja perawat adalah aplikasi kerja atau aktivitas perawat dalam menjalankan tugasnya dengan tetap mempertahankan nilai,norma-norma, dan etika profesi dengan mengedepankan rasa tanggung jawab untuk mencapai suatu tujuan . Kinerja perawat  yang baik merupakan sebuah hadiah terindah dalam peningkatan pelayanan kesehatan. Kunci utama dalam peningkatan pelayanan kesehatan adalah kinerja perawat yang tinggi. Kinerja menjadi tolak ukur keberhasilan pelayanan kesehatan yang menunjukkan akuntabilitas lembaga pelayanan dalam kerangka tata pemerintahan yang baik (good govermance). Dalam pelayanan kesehatan, berbagai jenjang pelayanan dan asuhan pasien (patient care) merupakan bisnis utama, serta pelayanan keperawatan merupakan mainstream sepanjang kontinum asuhan.

Kinerja perawat dipengaruhi oleh faktor internal yang berkenaan dengan kecerdasan, keterampilan, kestabilan emosi, sifat-sifat seseorang, serta faktor eksternal yaitu faktor yang berhubungan dengan lingkungan perawat. Jadi, kinerja seorang perawat tersebut dipengaruhi  juga dengan hal yang berasal atau bawaan diri seorang perawat dan faktor lingkungan yang berpengaruh dominan.

Untuk mengukur terlaksananya kinerja perawat, maka dilakukanlah penilaian kinerja sebagai bentuk evaluasi kinerja perawat sesuai dengan standar praktik proffesional dan peraturan yang berlaku. Proses penilaian kinerja dilakukan dengan langkah-langkah berikut : mereview standar kerja, melakukan analisis jabatan, mengembangkan instrument penilaian, memilih penilai, melatih penilai, mengukur kinerja, membandingkan kinerja, membuat rencana-rencana  pengembangan dengan menyepakati sasaran-sasaran kinerja masa depan (Usman, 2011).  

Agar tebentuknya kinerja perawat yang baik dan tinggi, perawat sendiri harus mengetahui peran, fungsi , dan tugasnya sebagai seorang perawat.  Dalam pembentukkan kinerja perawat yang baik, perawat memiliki peran yang banyak, diantaranya memberikan asuhan keperawatan, advokator klien atau pasien, educator, koordinator, kolaborator, konsultan, dan pembaharu/peneliti (menurut Konsorsum Ilmu Kesehatan tahun 1989). Perawat sebagai tenaga kesehatan berperan penting dalam merawat dan memelihara, membantu dengan melindungi seseorang karena sakit, luka, dan proses penuaan.

Fungsi perawat :

  • Fungsi Independen

Yaitu fungsi perawat sebagai tenaga kesehatan dengan tindakan yang dilakukan secara mandiri tanpa ada intruksi dari orang lain berdasarkan ilmu keperawatan dengan mengedepankan rasa tanggung jawab terhadap hal yang dilakukan.

  • Fungsi Dependen

Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan tugasnya atas pesan atau instruksi dari orang yang berwenang.

  • Fungsi Interpenden

Yaitu fungsi perawat sebagai kolaborator dengan melakukan kerjasama dengan tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya dengan tujuan menciptakan dan mempertahankan kesehatan pasien.

Tugas seorang perawat adalah membuat klien memiliki ketertarikan hidup secara individual selama rentang kehidupannya, dan bergerak dari ketergantungan ke arah kemandirian, sesuai dengan usia, keadaan, dan lingkungan (Virginia Henderson). Perawat membantu individu memperoleh kemandirian dalam memenuhi kebutuhan dasarnya secepat mungkin dengan basis intervensi ketidaktauan, ketidakmauan, dan ketidakmampuan.

Hal terpenting yang harus dimiliki oleh seorang perawat sebagai hatinya atau jiwa seorang perawat adalah “Humanism, Holism, dan Care.” Humanism mengatur hubungan antara perawat dan pasien sebagai seorang manusia, perawat harus paham tentang manusia sebagai bentuk pelayanan profesional yang memperhatikan nilai-nilai harkat dan martabat manusiawi. Holism menerangkan sudut pandang keutuhan, perlakuan yang utuh/tidak terfragmentasi, manusia itu unik utuh dan tidak dapat diceraikan berdasarkan aspek tertentu. Dua hal tersebut akan membangun kapasitas caring, menekankan caring sebagai jiwa dari keperawatan. Humanism, holism, dan care harus dipahami secara bertahap karena merupakan pembentuk sikap dan prilaku untuk mewujudkan kinerja fisik perawat yang memuaskan.

Didalam diri seorang perawat dibutuhkan juga sebuah motivasi besar. Sebuah motivasi yang terbentuk dari pengalaman kerja seorang perawat. Menurut Berwick (2001), mata rantai terdepan yang perlu diperhatikan dalam perbaikan mutu dan kinerja pelayanan kesehatan adalah pengalaman pasien dan masyarakat terhadap pelayanan yang mereka terima. Motivasi besar yang membantu terwujudnya sebuah tujuan akhir yaitu kinerja fisik perawat yang professional dengan tetap memperhatikan etika, tata nilai, dan aspek legal dalam pelayanan kesehatan.

images%20(3)[1]              images%20(1)[1]          nurse_stick_figure_sticker-p217754294329858803qjcl_400[1]

Referensi:

Hand out Konsep keperawatan dan Paradigma Keperawatan by Helwiyah Ropi

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27913/4/Chapter%2520II.pdf

http://digilib.unimus.ac.id/download.php%3Fid%3D4635

Hand out Keperawatan sebagai Ilmu dan Profesi by Fransisca Sri

https://www.scribd.com/doc/87114446/Peran-Fungsi-Dan-Tugas-Perawat

http://www.slideshare.net/rizkytrikaruna/peran-dan-fungsi-perawat

http://www.indonesian-publichealth.com/2013/04/kinerja-pelayanan-kesehatan.html

Usaha dalam Pembentukan Kinerja Fisik Perawat

Dalam melaksanakan tugasnya, perawat harus bertindak secara profesional. Kinerja perawat dalam melakukan pelayan kesehatan dan pelayan medis dapat diukur dengan pola tindakan yang mereka lakukan. Tindakan tidak langsung menimbulkan kinerja perawat yang profesional, tetapi tindakan tersebut dilakukan melalui perubahan-perubahan yang berkala sehingga terbentuk kinerja fisik perawat yang profesional.

Saya mendapatkan sebuah gambar yang bisa dijadikan renungan:

1417971337089[1]

“Jika hidup ini ingin ada perubahan, maka jangan banyak gaya, tapi perbesar usaha.”

Semua hal yang diinginkan tidak didapat dengan cara yang mudah, tapi melalui tahapan yang panjang. Untuk itu, setiap hal yang kita lakukan harus didasari dengan usaha, jangan hanya omongan semata yang mengatakan hal kosong yang tidak bermanfaat, sehingga perubahan-perubahan akan dapat terwujud di dalam hidup dan keinginan kita untuk menunjukan kinerja fisik seorang perawat yang sesungguhnya dapat terwujud dengan maksimal.

Definisi Kinerja, Perawat, dan Keperawatan

  • Kinerja

Performance atau kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses (Nurlaila, 2010:71)

Kinerja merupakan prestasi kerja, yaitu perbandingan antara hasil kerja dengan standar yang ditetapkan (Dessler,2000:14)

Kinerja adalah hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksankan tugas sesuai tanggung jawab yang diberikan (Mangkunagara,2002:22)

Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau criteria yang telah ditentukan terlebih dahulu telah disepakati bersama (Rivai dan Basri,2005:50)

Kinerja sebagai hasil-hasil fungsi pekerjaan/kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu. (Pabundu, 2006)

Kinerja atau performance adalah usaha yang dilakukan dari hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok atau kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. (Usman, 2011)

Kinerja adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu. (Bernardin dan Russel, 1993)

Kinerja dalah pekerjaan yang merupakan gabungan dari karakteristik pribadi dan pengorganisasian seseorang. (Kurb, 1986)

Kinerja adalah penampilan hasil kerja baik kuantitas maupun kualitas dalam suatu unit pelayanan. Kinerja dapat merupakan penampilan individu maupun kelompok kerja suatu tim. Penampilan suatu hasil karya tidak terbatas kepada personil yang memangku jabatan fungsional maupun structural tetapi juga kepada seluruh jajaran personil di dalam suatu organisasi. (Ilyas, 2001)

Kinerja adalah penentuan secara periodik efektivitas operasional organisasi, bagian organisasi, dan karyawannya berdasarkan sasaran, standard an criteria yang lebih ditetapkan sebelumnya. (Srimindarti, 2006)

  • Perawat

Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakkan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya, yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan. (UU RI NO. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan)

Perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan pogram pendidikan keperawatan, berwenang di Negara bersangkutan untuk memberikan pelayanan dan bertanggung jawab dalam peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, serta pelayanan terhadap pasien. (International Council of Nurses atau ICN, 1965)

Menurut saya, perawat merupakan sebuah profesi yang bernaung dalam bidang pelayanan kesehatan, dimana seorang perawat memiliki sifat penting dalam dirinya yaitu berupa “CARE” (merupakan jiwa dan hati seorang perawat).

Perawat professional adalah perawat yang bertanggung jawab dan berwenang memberikan pelayanan keperawatan secara mandiri dan atau berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sesuai dengan kewenangan (Depkes RI, 2002)

  • Keperawatan

Keperawatan adalah suatu seni, pelayanan/bantuan dan teknologi. Tujuan dari keperawatan adalah membuat pasien dan keluarganya mampu melakukan perawatan sendiri, diantaranya mempertahankan kesehatan, mencapai kondisi normal ketika terjadi kecelakaan atau bahaya, serta mengontrol, menstabilisasi dan meminimalisasi efek dari penyakit/kondisi yang kronis atau kondisi ketidakmampuan. (Dorothea Orem)

Keperawatan sebagai suatu profesi yang unik yang konsentrasi/perhatiannya terhadap semua variabel dalam diri klien disertai respon individu saat menghadapi suatu stressor. Keperawatan didefinisikan sebagai suatu tindakan untuk membantu individu, keluarga, dan masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. (Betty Neuman)

Referensi:

http://www.kajianpustaka.com/2014/01/pengertian-indikator-faktor-mempengaruhi-kinerja,html?m=1

di akses pada: 5 Desember 2014

htttp://www.slideshare.net/mobile/08997288570/keperawatan-sebagai-profesi-dan-proses-profesional

di akses pada: 5 Desember 2014

Hand out Konsep keperawatan dan Paradigma Keperawatan by Helwiyah Ropi

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27913/4/Chapter%2520II.pdf

http://digilib.unimus.ac.id/download.php%3Fid%3D4635